//
archives

status

This category contains 116 posts

D


๐Ÿ˜€

There are 5 five principles in organisation 1…


There are 5 (five) principles in organisation: 1. Tauhid (Kepercayaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala) 2. Indonesia Raya, mengenal lingkungan (Alam-Nya) 3. Dua super woman in life – mother and wife (Mencintai, menjaga hati beliau). 4. Time management (Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Sedangkan esok harus lebih baik dari hari ini). 5. MASAK … Continue reading

Semudah mengucapkan Terima kasih yaa se…


Semudah mengucapkan, “Terima kasih, yaa…”, se-ringan mengungkapkan puji syukur, “Alhamdulillahirabbil’alamin”, sesering hadirnya tawa geli atas tingkah-tingkah aneh kita, sejelas senyuman anggun atas semua yang telah terjadi, sesungguhnya! hanya hikmah demi hikmah yang perlu kita petiki, seperti halnya masa-masa yang telah berlalu, sebenarnya saat ini saya kembali untuk menitipkan benih-benih senyuman, senyuman yang lebih indah lagi, … Continue reading

Ketika hati berkata ‘tidak’ mestikah suara menjawab ‘iya’…


Ketika hati berkata ‘tidak’ mestikah suara menjawab ‘iya’? Ah…tak mungkin, Apa jawab suara asalnya dari hati, ia bersuara menyahuti, setiapkali fikir di persimpangan pilihan, suara hati, suara dari hati, menyuara apa yang ada, ๐Ÿ˜‰ maaf untuk dunia… sebuah suara dari hati.

Mengapa Puasa Ada banyak alasan mengapa kita puasa…


Mengapa Puasa…?! Ada banyak alasan mengapa kita puasa. Diantaranya adalah untuk belajar. Dengan menjalankan puasa, kita belajar melembutkan hati. Bersamanya kita belajar untuk mengerti dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Yaitu merasakan apa yang beliau alami. Beliau yang selama ini hidup dalam keadaan serba kekurangan. Lebih tepatnya beliau yang pa-pa. Kita dapat … Continue reading

Kita bisa merasakan bahagia dengan adanya kesehatan yang…


Kita bisa merasakan bahagia dengan adanya kesehatan yang sedang kita nikmati. Bahagia bersama rasa syukur atas nikmat sehat yang sangat berharga dari-Nya. Hingga menghadirkan ketenangan yang sempurna, sakinah dan menjalani kehidupan dengan penuh ketentraman. Lalu mengisi waktu yang saat ini dengan optimal, sebaik-baiknya. Usia yang telah pergi tidak akan kembali lagi. Waktu yang telah kita … Continue reading

Wahai sahabat tersenyumku bahagia saat ini bahagiaku yang…


Wahai sahabat… tersenyumku bahagia saat ini, bahagiaku yang kerapkali terasa, Wahai sahabat… tersenyumku, bahagiaku, bersamamu, setiapkali engkau menyimpan senyuman pada relung hari-hariku, engkau menitip bahagia di persimpangan fikirku, engkau membungahkan kecakapanmu tanpa henti, engkau obor menyala riang gembira, hampirmu nan sekejap mata, menjadi pesan tak berhingga, Wahai sahabat… ketika ingatan berkepanjangan mensenyumkan kita, nikmatilah, saat … Continue reading

Meski cuaca belum begitu terik Namun masih ada…


Meski cuaca belum begitu terik. Namun masih ada cahaya mentari siang ini. Buktinya, kita sedang merasakan siang nan teduh. Cahaya melingkupi semesta. Meski sang mentari sedang bersembunyi, memang. Saat awan sedang mengakrabinya. Mentari berselimut kabut tipis. Wahai mentari, inginku menatap wajahmu. Lalu kembali merasakan terpaan sinarmu. Menghangatkan hari-hari di siang begini. Mentari…sahabat hati, megah sinarnya … Continue reading

Ketika kaum kita merintis jalanan ini perasaan memegang…


Ketika kaum kita merintis jalanan ini, perasaan memegang peranan utama. Memang begitu adanya. Perempuan. Inilah kaum kita. Kaum feminis. Kaum yang lembut, penuh dengan rasa. Kadang ia tersenyum manis karena bahagia. Seringkali ia mengharu biru ketika belum gembira. Perempuan, kaum kita. Perempuan, kaum perasa. Perempuan juga penuh bahagia. Perempuan pun berselimut rasa-rasa tak suka. Perempuan … Continue reading

Sahabat Adalah Hati yang selalu mengingat Allah Bersama…


Sahabat Adalah Hati yang selalu mengingat Allah, Bersama mengisi hari memanfaatkan waktu Atas dasar ukhuwah berlandaskan Tauhid ๐Ÿ™‚ Senyuman Sahabat ๐Ÿ™‚

Pengalaman yang lebih sering kita ingat ยค Semua…


Pengalaman yang lebih sering kita ingat ๐Ÿ˜‰ ยค Semua yang akan kita lakukan, harus terstruktur dan terencana terlebih dahulu ยค Melakukan pekerjaan berdasarkan perencanaan, hasilnya juga lebih optimal ยค Melakukan sesuatu hal setelah mengerti dan memahami ยค Bekerja sesuai dengan bidang dan fungsi masing-masing

Baiklah Disiplin melakukan misi secara berkesinambungan dan…


Baiklah… “Disiplin, melakukan misi secara berkesinambungan dan terus menerus.” “Bersemangat dan memiliki motivasi untuk melakukan segala sesuatu. “Seseorang akan berhasil apabila ia melakukan sesuatu dengan senang hati. Kemudian menganggap kegagalan sebagai sesuatu yang biasa. Lalu, memanfaatkannya sebagai salah satu sumber semangat. Trus, berani mencoba lagi.”

Mentari telah lama menghilang di ufuk barat ia…


Mentari telah lama menghilang di ufuk barat, ia sempat melambai-lambaikan tangan sebelum benar-benar tenggelam, lalu mengucap, “Sampai berjumpa kembali ya…”, kemudian perlahan ia menyapa kelam, menjelma sahabat sang malam, berteman sinar rembulan, bersama bintang gemintang, berselimut kerjapan titik-titik cahaya, yang bertaburan di angkasa sana, inginku mengiringinya, melanjutkan langkah…

D


๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜€

Hingga kelak engkau pun tahu betapa ku sangat…


Hingga kelak engkau pun tahu, betapa ku sangat mengerti padamu, meski berulang kali engkau menghilang, secepat itukah? Sungguh… ku yakin, semua pasti ada hikmahnya, semakin ku percaya, “Hanya yang benar-benar murni saja yang lolos seleksi.” Terima kasih ya, atas hadirmu menyapa, selamat melanjutkan perjuanganmu yang selanjutnya, meski tanpaku. Namun yakinlah, kelak engkaupun tahu, betapaku memahamimu, … Continue reading

Beliau serius Wah Saya jadi malu suer …


Beliau serius,.? Wah! Saya jadi malu (suer). “Selamat bermain-main, ya..”, begini pesan yang beliau (Mr. Tasteful) sampaikan. Setelah saya menjelaskan segala yang ada. Dengan suara yang serak-serak basah. Setengah merdu, gitu. Hohoioo.. What happen with my voice? “Bertanyalah sebanyak engkau membutuhkan jawaban. Maka engkau tidak akan pernah kehabisan kata.” “Sejauh mata memandang, hanya ada kabut … Continue reading

Mari kita berhitung yuuuks 1 36


Mari kita berhitung, yuuuks? 1 36 …


๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚


๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Ibu teguh pribadimu tabah sikapmu cermin muslimah sejati…


Ibu, teguh pribadimu, tabah sikapmu, cermin muslimah sejati, Ibu, setiap waktu berlalu, hingga masa itu menua, engkau masih seperti yang dulu, Ibu, pertama ku mengenalmu, sejak dua tahun sembilan bulan yang lalu, pas! banyak rasa yang hadir setiap kali menatapmu, antara bahagia, ceria, hingga berbunga-bunga….. sejak pertemuan kita, hingga menjelang perpisahan ini, sungguh! takkan ku … Continue reading

Pengorbanan ekonomi untuk memperoleh sesuatu adalah tidak…


“Pengorbanan ekonomi untuk memperoleh sesuatu adalah tidak mudah.” “Setapak langkah yang berhasil engkau jejakkan akan membekas dalam wujud nyatanya. Dan akan membentuk rangkaian ketika ia memiliki teman.” “Sempatkanlah, meski beberapa jam dari waktumu untuk menebarkan senyuman di alam-Nya.” “Air yang menggenang terlalu lama tidak lebih jernih dari air yang bergerak dan mengalir. Sedangkan engkau adalah … Continue reading

Tuhan pemilik nyawaku betapa lemah diriku ini berat…


Wahai Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dariMu Kupasrahkan semua pada-Mu, … Muhasabah Cintaku – edCoustic … Kamis-Sehat! Hehe, kurang sehat! di hari Kamis. Aslinya dari semalem. Mulai ada gejala yang berbeda dari biasanya. Saat pandangan lebih berharap banyak untuk menunduk. Mengatup. Trus, kepala menjadi lebih manja seketika. Inginnya bersandar selalu. Yang biasanya … Continue reading

Saat saat paling mencerahkan adalah ketika kita…


“Saat-saat paling mencerahkan adalah ketika kita kembali mau membuka mata, setiapkali ia ingin mengambil jarak dengan cahaya. Padahal tanpa cahaya, ia pun tiada bermakna.” “Gerimis. Titik-titik bening yang menetes pasti punya makna. Ia hadir untuk menyejuki. Begitu pula airmata. Mampu membasahi gersangnya jiwa.” “Sepadat apapun macet yang memenuhi jalanan ini. Yakinlah, kita akan sampai ke … Continue reading

Ketika suaramu tidak mampu lagi tersuarakan maka…


“Ketika suaramu tidak mampu lagi tersuarakan, maka menulislah. Menulis di lembar-lembar detik waktumu. Lalu hapuslah dengan penghapus senyuman atas keliru penataan kata. Kemudian menulislah lagi. Niscaya akan lebih banyak senyuman yang mampu engkau tebarkan. Dan pada suatu hari, engkau dapat tertawa bersamanya. Namun pada kesempatan yang lain, engkau yang mentertawakannya. Atau malah sebaliknya. Ia mentertawakanmu … Continue reading

Membantu Ibu


Membantu Ibu….. ๐Ÿ™‚